Minggu, 24 Maret 2013

Lima Lingkaran Euler Beserta 5 Contoh kalimatnya (Bahasa Indonesia 2 #)


1. Semua S adalah semua P, Suatu perangkat yang tercakup dalam subjek sama dengan perangkat yang terdapat dalam predikat.
       Contoh kalimat: - Semua baik adalah semua yang tidak jahat
                                - Semua pandai adalah semua yang tidak bodoh
                                - Semua cepat adalah semua yang tidak lambat
                                - Semua pergerakan adalah semua yang tidak diam
                                - Semua dingin adalah semua yang tidak panas
2. Semua S adalah P, Suatu perangkat yang tercakup dalam subjek menjadi bagian dari perangkat predikat.
        Contoh kalmat: - Semua bola berbentuk bulat
                                - Semua api itu panas
                                - Semua zebra berkulit hitam putih
                                - Semua orang kaya mempunyai mobil
                                - Semua air tawar rasanya hambar
3. Sebagian S adalah P, Suatu perangkat predikat merupakan bagian dari perangkat subjek.
         Contoh kalimat: - Sebagian mahasiswa adalah remaja
                                  - Sebagian yang bernafas adalah mahluk hidup
                                  - Sebagian binatang adalah kera
                                  - Sebagian yang bersayap dua adalah burung
                                  - Sebagian yang berwarna kuning adalah jeruk
4. Tidak semua S adalah P, Suatu perangkat yang tercakup dalam subjek berada di luar perangkat predikat, dengan kata lain, antara subjek dan predikat tidak ada relasi.
          Contoh kalimat: - Tidak seorang pun manusia adalah binatang
                                   - Tidak semua jambu adalah leci
                                   - Tidak semua kemeja adalah celana
                                   - Tidak semua sapi adalah kelinci
                                   - Tidak semua hewan adalah tumbuhan
5. Sebagian S tidaklah P, Sebagian perangkat yang mencakup dalam subjek berada diluar perangkat predikat.
           Contoh kalimat: - Sebagian air tidaklah jernih
                                    - Sebagian kaca tidaklah bening
                                    - Sebagian remaja tidaklah mahasiswa
                                    - Sebagian wanita tidaklah berambut panjang
                                    - sebagian kopi tidaklah pahit

Jumat, 11 Januari 2013

Tugas Bahasa Indonesia ke 4



Tugas  Bahasa Indonesia ke  4 !

Berikanlah contoh dalam kalimat beberapa perhubungan makna seperti sinonim, hiponimi, homonimi, polisemi, dan antonimi. 

contoh kalimat makna seperti sinonim, hiponimi, polisemi, antonimi dan homonimi 

Isu Bom di Bandara
Salah satu pesawat dari suatu bandara yang sedang menuju bandara lain batal diberangkatkan karena petugas bandara mendapatkan berita adanya ancaman bom.
Petugas penerima informasi mengatakan bahwa pada salah satu barang kargo di pesawat tersebut terdapat bom. Mendengar berita ini, suasana yang tadinya tenang menjadi gelisah. Wajah petugas tampak cemas dan hampir semua orang yang berada di bandara terlihat waswas. Akibatnya, tim jihandak polri harus didatangkan ke lokasi.
Massa yang ada di sekitar bandara dijauhkan dari lokasi bom untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kepanikan petugas dalam melakukan tugasnya, dan memberkan ketenangan kepada mereka dalam mencari pemecahan masalah.
Ternyata, kabar itu tidak benar. Wajah petugas yang kusut menerima berita tersebut langsung menjadi cerah. Secara sepontan mereka bersalaman. Ruangan yang tadinya mereka rasakan sempit, sekarang menjadi lega. Betapa tidak, andaikata benar berita itu, mereka akan menghadapi dua hal, yaitu berhasil berarti hidup. Sedangkan gagal berarti mati.
“Dengan kejadian ini, sekaligus membuka kelemahan kelompok petugas pengaman bandara. Seharusnya mereka memeriksa semua barang yang dinaikan ke pesawat. Mereka harus meneliti dengan cermat sehingga bahaya tidak mengancam bandara. Melihat kejadian ini, pihak polisi merasa sangsi terhadap kerja mereka pada masa yang akan datang. Sebagai peringatan, mereka diberi sanksi atas ketidaktelitian menjalankan tugas. Akan tetapi, dalam menjatuhkan sanksi hendaklah disesuaikan dengan kesalahan yang mereka lakukan. Misalnya, penskoran untuk beberapa waktu. Kesalahan yang mereka buat dapat menjatuhkan nama baik petugas bandara. Termasuk juga menjatuhkan pemasukan untuk penerbangan yang bersangkutan seperti kejadiaan sekarang ini, yaitu pembatalan keberangkatan pesawat,” kata salah seorang anggota porli yang hadir di lokasi tersebut.
Keesokan harinya, di depan salah satu halaman kantor yang berada di sekitar bandara, diadakan apel untuk menyampaikan pesan-pesan penting terhadap seluruh petugas bandara. Pada saat itu pula, pejabat yang menyampaikan pesan memebuka salah satu halaman buku yang berisikan pasal-pasal yang berhubungan dengan ketidaktelitian dam melaksanakan tugas dan sanksinya, termasuk ketidaktelitian yang baru saja dialami.

a. sinonim : kata kata yang memiliki arti sama atau mirip
contoh : informasi dan kabar ( paragraph no 2 dan 4 )

b. antonim : kata yang berlawana arti
contoh : gelisah dan tenang ( paragraph no 2 )

c. homonimi : kata-kata yang bentuk dan ucapannya sama, tetapi mempunyai arti berbeda.
contoh : halaman ( paragraph no 6 ) dengan halaman pada kalimat Tebal Kamus Standard Bahasa Jepang – Indonesia 699 halaman

d. homograf : kata-kata yang tulisannya sama, tetapi ucapan dan maknanya berbeda
contoh : apel ( paragraph no 6 ) dengan kata apel pada kalimat Mengapa apel fuji lebih besar daripada apel malang ?

e. homofon : kata-kata yang tulisannya berbeda, tetapi ucapannya sama
contoh : sangsi dan saksi ( paragraph no 5 )

f. polisemi : kata-kata yang memiliki arti yang banyak
contoh : menjatuhkan ( paragraph no 5 ) dengan kata menjatuhkan pada kalimat yuriko tanpa sengaja menjatuhkan buku yang dipegangnya saat berpapasan dengan tsubaki

g. hiponimi : kata-kata bermakna hierarkis
contoh : Misalnya, antara kata pisang dan kata buah, makna kata pisang tercakup dalam makna buah-buahan, dapat dikatakan pisang adalah buah tetapi buah bukan hanya pisang, bisa saja anggur, peach dan cherry.

Kamis, 27 Desember 2012

Tulisan Bahasa Indonesia ke 20

SEJARAH BAHASA PEMROGRAMAN “C"

 


Sejarah perkembangan dan latar belakang munculnya bahasa C Boleh dikatakan bahwa akar dari bahasa C adalah bahasa BCPL yang dikembangkan oleh Martin Richards pada tahun 1967. Kemudian berdasar pada bahasa BCPL ini Ken Thompson yang bekerja di Bell Telephone Laboratories (Bell Labs) mengembangkan bahasa B pada tahun 1970. Saat itu bahasa B telah berhasil diimplementasikan di komputer DEC PDP-7 dengan operating system (OS) UNIX. Pada tahun 1972, peneliti lain di Bell Labs bernama Dennis Ritchie menyempurnakannya menjadi bahasa C. Bahasa C dilahirkan di Bell Telephone Laboratories (atau sering disebut sebagai Bell Labs saja). ‎Sulit membayangkan dunia modern saat ini jika tidak ada pengaruh dari Bell Labs. Pada tahun 1947, ‎transistor ditemukan di Bell Labs. Untuk beberapa tahun, ada sebuah bahasa pemrograman ‎yang sangat dekat dengan sistem operasi UNIX, yang disebut dengan bahasa C, yang didesain oleh Dennis ‎Ritchie dan Brian Kernighan. Mengapa disebut hanya C saja? Bahasa C disebut demikian mengingat ‎bahasa tersebut adalah turunan dari bahasa B, dan bahasa B merupakan pemendekan dari Basic CPL, ‎sementara CPL sendiri adalah sebuah bahasa pemrograman yang merupakan singkatan dari Combined ‎Programming Language.‎  Pada tahun 1978, Dennis Ritchie bersama dengan Brian Kernighan mempublikasikan buku yang kemudian menjadi legenda dalam sejarah perkembangan bahasa C, yang berjudul The C Programming Language. Buku ini diterbitkan oleh Prentice Hall, dan pada saat ini telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa di dunia. Boleh dikatakan bahwa buku ini adalah buku yang paling banyak direfer orang dan dijadikan buku panduan tentang pemrograman bahasa C sampai saat ini. Teknik dan gaya penulisan bahasa C yang merefer kepada buku ini kemudian terkenal dengan sebutan K&R C atau Classic C atau Common .Seiring dengan berkembang pesatnya bahasa C, banyak vendor mengembangkan kompiler C menurut versi masing-masing. Hal ini menggerakkan ANSI (American National Standards Institute) pada tahun 1983 untuk membuat suatu komite yang kemudian diberi nama X3J11, yang betujuan untuk membuat definisi standar bahasa C yang lebih modern dan komprehensif, dengan memperbaiki syntax dan grammar bahasa C. Usaha ini berhasil diselesaikan 5 tahun kemudian, yaitu ditandai dengan lahirnya standard ANSI untuk bahasa C yang kemudian terkenal dengan sebutan ANSI C pada tahun 1988.
Sampai saat ini, bahasa C telah berhasil digunakan untuk mengembangkan berbagai jenis permasalahan pemrograman, dari level operating system (unix, linux, ms dos, dsb), aplikasi perkantoran (text editor, word processor, spreadsheet, dsb), bahkan sampai pengembangan sistem pakar (expert system). Kompiler C juga telah tersedia di semua jenis platform komputer, mulai dari Macintosh, UNIX, PC, Micro PC, sampai super komputer. Meskipun populer, bahasa C terkesan lebih rumit jika dibandingkan dengan ‎bahasa pemrograman lainnya, khususnya jika digunakan oleh para pemrogram pemula. Ketika ALGOL dan banyak turunan ALGOL menggunakan kata-kata yang ‎mudah diingat seperti BEGIN dan END untuk membatasi sebuah seksi dalam instruksi program, bahasa C ‎malah menggunakan tanda kurung keriting ({ dan }). Beberapa operasi juga disederhanakan, bahkan ‎banyak singkatannya yang cukup membingungkan para programmer pemula. Contoh yang sering ‎digunakan adalah printf, dan scanf. Meskipun demikian, program-program yang ditulis dalam bahasa C ‎seringnya lebih efisien dibandingkan dengan bahasa pemrograman lainnya, yang artinya program-‎program dalam bahasa C diterjemahkan ke dalam machine code dalam jumlah yang relatif lebih sedikit ‎jika dibandingkan dengan program yang ditulis dalam bahasa pemrograman lainnya. Salah satu bagian ‎yang paling canggih dari bahasa C adalah bahwa bahasa C memiliki “pointer”, selain tentunya “variabel” ‎dan “konstanta”. Istilah Pointer dalam bahasa pemrograman merujuk kepada alamat-alamat memori yang ‎mengizinkan para programmer untuk melakukan beberapa tugas secara jauh lebih efisien, dengan ‎melibatkan bit, byte, dan word memori. Karenanya, banyak orang menyebut bahasa C sebagai “High-level ‎Assembly language, atau bahasa rakitan tingkat tinggi.Meskipun bahasa C masih merupakan bahasa pemrograman yang populer, bahasa ‎tersebut saat ini dapat dikatakan telah “kadaluwarsa”. Saat ini, bahasa tersebut diklasifikasikan ‎ke dalam “bahasa pemrograman prosedural tradisional” (traditional procedural programming language), sebuah istilah yang merujuk kepada ‎struktur program-program dalam bahasa C. Umumnya sebuah program bahasa C terdiri atas ‎banyak prosedur (juga sering disebut sebagai fungsi/function atau subrutin/subroutine), yang ‎setiap prosedur tersebut merupakan bagian dari kode yang melakukan beberapa tugas tertentu ‎atau merupakan implementasi dari algoritma tertentu. Prosedur-prosedur tersebut dapat ‎bekerja dengan data dalam beberapa cara. Data adalah kumpulan angka atau teks atau bahkan ‎gabungan antara keduanya. Dalam bahasa pemrograman prosedural tradisional, kodelah yang ‎‎memproses data menjadi output. C bisa disebut bahasa pemrograman tingkat menengah (middle level programming language). Arti tingkat (level) disini adalah kemampuan mengakses fungsi-fungsi dan perintah-perintah dasar bahasa mesin/hardware (machine basic instruction set). Semakin tinggi tingkat bahasa pemrograman (misalnya: java), semakin mudahlah bahasa pemrograman dipahami manusia, namun membawa pengaruh semakin berkurang kemampuan untuk mengakses langsung instruksi dasar bahasa mesin. Demikian juga sebaliknya dengan bahasa pemrograman tingkat rendah (misalnya: assembler), yang semakin sulit dipahami manusia dan hanya berisi perintah untuk mengakses bahasa mesin. Dalam perspektif mudahnya dipahami manusia, C bisa digolongkan dalam bahasa tingkat tinggi, namun C juga menyediakan kemampuan yang ada pada bahasa tingkat rendah, misalnya operasi bit, operasi byte, pengaksesan memori, dsb.

Beberapa alasan mengapa memakai bahasa C

1.1. C adalah bahasa pemrograman yang paling populer saat ini, Dengan banyaknya programmer bahasa C, membawa pengaruh semakin mudahnya kita menemukan pemecahan masalah yang kita dapatkan ketika menulis program dalam bahasa C. Pengaruh positif lain adalah semakin banyaknya kompiler yang dikembangkan untuk berbagai platform (berpengaruh ke portabilitas).

2.2. C adalah bahasa pemrograman yang memiliki portabilitas tinggi, Program C yang kita tulis untuk satu jenis platform, bisa kita kompile dan jalankan di platform lain dengan tanpa ataupun hanya sedikit perubahan. Ini bisa diwujudkan dengan adanya standarisasi ANSI untuk C.

3.3.C adalah bahasa pemrograman yang fleksibel, Dengan menguasai bahasa C, kita bisa menulis dan mengembangkan berbagai jenis program mulai dari operating system, word processor, graphic processor, spreadsheets, ataupun kompiler untuk suatu bahasa pemrograman.

4. C adalah bahasa pemrograman yang bersifat moduler, Program C ditulis dalam routine yang biasa dipanggil dengan fungsi. Fungsi-fungsi yang telah kita buat, bisa kita gunakan kembali (reuse) dalam program ataupun aplikasi lain