Senin, 07 Oktober 2013

Business Later (BAHASA INGGRIS BUSINESS)


Bahasa Inggris bisnis 1 (part of business letter and style of business letter)






                                                       1. Part of business letter
1.     Letter head/ heading
Pada bagian ini berisikan informasi berupa nama, alamat, nomor telepon, bahkan logo dari perusahaan atau lembaga tertentu

 contoh : The Ohio Academy  of Science

2.     Reference Line
Dalam surat bisnis berbahasa Inggris biasanya berisi huruf depan nama orang yang menandatangani surat tersebut , diikuti dengan garis miring atau titik dua, lalu nama pengetik surat.. Reference diletakkan dibagian atas surat diatas date. Contoh : Your ref : 20 september 2013 Our Ref : BL/MN

3.    Date
Date atau tanggal surat digunakan untuk mengetahui kapan surat itu di buat, date terletak pada pojok kiri atas setelah kepala surat. Dalam penulisanya ada 2 jenis date yaitu American Style dan British Style.
  •   Amerikan Style     : Februari 21, 2013.
  •   British Style          :  21 Februari 2013.
4.   Inside Addreess
Pada bagian ini berisikan alamat surat yang di tuju. Formatnya terletak setelah Date / tanggal 

5.   Salutation
Salutation merupakan salam pembuka yg biasanya di gunakan pada surat – surat resmi, hal ini di tujukan agar kita lebih menghormati sang pembaca surat dan juga terkesan sopan, dalam buisniss English letter biasanya salam pembuka di tandai dengan adanya “ Dear ( nama orang yg di tuju ). 

      6.   Subjeck
Subjeck atau perihal berisi masalah atau isi surat yang akan disampaikan. 

Contoh :    Subjeck : Pengajuan Kerjasama

7.   body of the letter
Pada bagian ini berisikan isi dari surat tersebut, biasanya format penulisan pada bagian ini sangat lah penting menggingat kepada siapa surat ini di tujukan, dan juga menggunakan bahasa formal dan sopan.

 8.   Complementary Close
Complementary Close atau salam penutup sangatlah penting dalam hal menulis surat, untuk menandakan akhr dari isi surat . Pada bagian ini juga di lampirkan ucapan terima kasih kepada sang pembaca surat, hal ini di tujukan untuk menghormati sang pembaca surat dan juga menutup surat dengan sopan dan baik. 

 9.   Signature
Signature atau tanda tanggan berisikan nama pengirim dan juga tanda tanggan sang pengirim, tanda tanggan seseorang tidak ada yang sama. Sehingga ini bukti mutlak bahwa surat ini benar -  benar telah di buat oleh sang pengirim.
 10.   Enclosesure
Enclosesure atau lampiran ini digunakan bila ada berkas lain selain surat ini, misalkan daftar tamu, daftar harga, biodata, atau bahkan daftar riwayat hidup.
 11.   Typed Name
Typed Name ini nama dari pengirim surat, biasannya di typed name ini terletak di bawah Tanda tangan



    2. style of business letter 
        

           Indented Style


Mempunyai bentuk berlekuk pada sebelah kanan  paragraf atau biasa juga di sebut rata kiri, pada awal paragraph kalimatnya menggunakan spasi atau tab sehingga terlihat menjorok kedalam . Pada dasarnya format penulisan ini hampir sama dengan semi blog style.







2.      Full Block Style


merupakan format penulisan surat yang tidak menggunakan tab atau sepasi pada awal paragraph, sehingga benar – benar rata kiri dan mnggunakan spasi tunggal.






3.      block Style
merupakan format penulisan surat  yang penulisannya rata kiri dan kanan, sehingga terlihat seperti kotak ( Block ).








4.      Semi Block Style


Merupakan format penulisan yang hamper sama dengan Block Style, bedanya pada Semi Block Style penulisan pada paragraph pertama menjorok kedalam.










5.      Hanging Style

Merupakan format penulisan yang paragrapnya menggantung, atau lebih condong kekiri pada pertengahan isi suratnya, biasanya banyak digunakan untuk surat undangan yang memerlukan jadwal kegiatan acara. Agar mudah terlihat jadwal tersebut berada di tengah – tengah isi yang agak menjorok kedalam.  




Rabu, 12 Juni 2013

Resensi Buku Ngarto Februana

Resensi  Buku
Pengarang    :  Ngarto Februana
Judul             :  Menolak Panggilan Pulang
Tahun terbit  :  2000
Isi               :  (xviii + 207 halaman
Penerbit       :  Media Pressindo, 
Cetakan         : pertama, Juli 2000
Keunggulan
1. memberi nilai lebih Positif terhadap suatu kebudayaan.
2. Tampak Jelas Penguasaan tentang rimba yang di tulis oleh penulis
3. Menampilkan konlik-konflik  yang sangat dramatis

Kekurangan :
1. Pemakaian bahasa yang tidak dapat di mengerti
2. Proses budaya dalam diri yang agak tidak di bahas oleh penulis
Sinopsis       :
Novel ini bercerita tentang kisah manusia di Loksado, suatu wilayah yang dihuni oleh suku Dayak Meratus (ini meminjam istilah Anna Tsing). Letak arkaisnya masyarakat yang menghuni digambarkan dengan daerah pedalaman yang kurang bersentuhan dengan budaya luar, penduduknya masih memeluk autocthonous religion, kepercayaan setempat, yang manifestasinya adalah penghormatan kepada roh-roh.
NOVEL dibuka dengan pemaparan mengenai sakitnya Utay, calon pengganti kepala suku, dan tatkala berhasil disembuhkan oleh penghulu toh penghulu tetap berduka. "Malapetaka akan datang, As," seru sang penghulu kepada Asui, salah seorang penghuni balai (hal 10).
Lalu datanglah masa ketika Utay menerobos halangan kultural karena dialah satu-satunya anak suku bukit-begitu orang luar menyebut mereka- yang bersekolah sampai SMA (sekolah menengah atas). Dan dialah satu-satunya anak suku bukit yang bersekolah hingga setinggi itu; di kota lagi. Bagaimana sang ayah tidak bangga melihat calon penggantinya pintar di atas rata-rata, ditambah lagi pandangan masyarakatnya yang melihatnya bagai seorang titisan dewa (hal 65).
Namun, di sinilah justru masalahnya timbul. Utay mengalami cultural shock, guncangan budaya. Ia yang semula hidup di balai yang tidak mengenal pemisahan ruangan bagi keluarga-keluarga, kini menempati privacy-nya dengan kamar yang dihuninya sendiri.
Budaya luar yang diperoleh di kota membekali Utay untuk menafsirkan pandangannya maupun mengekspresikan naluri alamiah kemudaannya yang semakin menggelora, lepas dari kungkungan hukum adat dan moral religius tempat dari mana ia berasal. Ia mulai diganggu oleh dorongan dari dalam, berdekatan, berciuman, meremas-remas buah dada.
Demikian pula sewaktu ia diajari ayahnya mantra-mantra penolak bala sebagai persiapan menjadi kepala suku, Utay sering berkata, "Emm, maaf, ulun (saya) lupa," kalimat yang menandakan rasa tidak respek.
Pamali dan tabu pun dilanggarnya. Ia bawa budaya kota dengan memperlakukan Aruni (protagonis kedua), bunga desa dan dewi cahaya bagi masyarakatnya, calon pendampingnya kelak saat menduduki kepala suku, ke dalam asyik-masyuknya gairah dan hasrat seksual, dari berciuman hingga lanjutannya, di sela-sela pepohonan, di antara gemericiknya Sungai Amandit, wilayah bersemayamnya para dewa yang siap menjatuhkan kutukan.
Selanjutnya melalui sosok Utay dan Aruni, Ngarto melanjutkan jalinan dan perbenturan antara budaya luar dan budaya suku bukit tersebut. Di satu pihak Utay merepresentasikan budaya kota, dan akhirnya menjadi pegawai perusahaan perkayuan, dus wakil bagi kepentingan perusahaan HTI (hutan tanaman industri) yang siap merambah dan memperluas industri perkayuan modernnya dengan alat-alat canggih. Kalaupun ada keinginan memajukan kaumnya, ia selalu memakai bahasa-bahasa yang sarkastis, seperti "primitif", "terbelakang", "tidak bisa diajak maju," serta istilah yang tidak dimengerti mereka.
"Ini menguntungkan kita, Ayah" (hal 131), katanya ketika ia memperkenalkan kayu sengon sebagai upaya mengganti ladang berpindah yang telah ratusan tahun menjadi ciri kehidupan ekonomi, ekologi yang dibalut oleh kosmogoni dan mitologi suku Dayak. Lain halnya Aruni, ia merepresentasikan seorang pendidik yang sabar untuk mentransformasikan adat-istiadat setempat.
Simaklah kata-kata Aruni yang cerdas-bernas-patriotik, "Saya putri penghulu. Saya sudah bertekad untuk mengabdi kepada suku Bukit dengan kemampuan saya yang terbatas ini. Demi kesejahteraan suku Bukit." (hal 62).
Atau dengan ungkapannya, "Saya mengakui bahwa perubahan pola hidup menuju yang lebih baik tanpa meninggalkan kearifan itu perlu sekali. Sekali lagi, tanpa menghilangkan kearifan. Maaf, sejauh yang saya tahu, dari pengetahuan saya yang terbatas ini, masuknya industri perkayuan, perusahaan HPH, HTI, dan industri penambangan di beberapa wilayah Kalimantan ini telah menghilangkan kearifan adat. Juga terkikisnya tatanan kehidupan asli sebagai pedoman hidup sejak ratusan tahun yang lalu." (hal 137).
Aruni memang lebih bisa menyatu dengan lingkungannya, dan ia pun mendapat kehormatan yang tinggi sebagai calon balian, balianperempuan untuk pengobatan tradisional yang kelak akan bisa berhubungan dengan alam petilarahan, alam roh.

http://www.oocities.org/ngartofebruana/novel-lorong.htm

Jumat, 03 Mei 2013

Tugas Bahasa Indonesia II


BAB I
PENDAHULUAN


1.1.            Latar Belakang Masalah

Jaringan Komputer adalah sekelompok komputer yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya menggunakan protokol komunikasi melalui media komunikasi sehingga dapat saling berbagi informasi, program-program, dan sebagainya. Selain itu jaringan komputer bisa diartikan sebagai kumpulan sejumlah terminal komunikasi yang berada diberbagai lokasi yang terdiri dari lebih satu komputer yang saling berhubungan.
Jaringan komputer memiliki banyak manfaat diantaranya sharing resource, media komunikasi, integrasi data, pengembangan dan pemeliharaan, kemananan data,dan sumber daya yang efisisen dan informasi terkini. Namun seiring perkembangan teknologi komputer yang semakin maju jaringan komputer memiliki kelemahan, hal ini mengakibatkan jaringan komputer rentan akan masalah seperti pengiriman data yang tidak sampai, serangan virus, dan terjadinya penyerangan dari pihak lain (internal maupun eksternal). Dari permasalahan tersebut maka didalam suatu jaringan diperlukan suatu sistem keamanan yang baik agar paket-paket data yang ada dalam jaringan terlindungi.
Untuk membangun jaringan komputer dalam jaringan diperlukan router. Router adalah sebuah alat yang berfungsi sebagai pengatur jalur lalu lintas data pada jaringan, didalamnya sudah tertanam sistem keamanan untuk jaringan. Namun fenomena yang terjadi sekarang untuk mendapatkan sistem keamanan jaringan yang baik diperlukan router dengan kualitas yang baik dan harganya sangat mahal. Hal ini sesuai dengan kinerja yang dihasilkan router itu sendiri.
Untuk mengatasi hal tersebut ada sebuah Sistem Operasi yang berfungsi khusus sebagai networking yang dapat menggantikan router yaitu MikrotikOS. Sistem Operasi ini memiliki banyak keunggulan selain handal sebagai router sistem operasi ini juga mudah digunakan dan bisa digunakan untuk membangun sistem keamanan yang baik untuk suatu jaringan karena sistem operasi ini proses pengkonfigurasiannya dilakukan secara manual oleh user sehingga dapat mensetting sendiri sistem keamanan yang akan dibangun. Melihat hal ini maka penulis ingin menerapkan pada penulisan ilmiah dengan judul “Membangun Sistem Keamanan Jaringan Komputer dengan MikrotikOS”.

1.2              Batasan Masalah

Dalam penulisan ilmiah ini penulis membatasi pembahasan pada  pengenalan dan pengkonfigurasian sistem keamanan jaringan pada mikrotik dengan menggunakan DNS Server, Firewall, NAT.

1.3       Tujuan Penulisan

            Adapun tujuan dari penulisan ini adalah membuat konfigurasi firewall sebagai sistem keamanan jaringan yang baik dengan menggunakan MikrotikOS, menjamin pengiriman data sampa ke tujuan dengan aman, menjaga dari serangan virus, dan menjaga agar tidak terjadi penyerangan dari pihak lain (internal maupun eksternal).

1.4.      Metode Penelitian
            Ada 2 metode yang digunakan dalam penulisan ilmiah ini, diantaranya:
a.       Studi Pustaka, yaitu dengan mengambil data yang berasal dari berbagai sumber buku dan internet yang dijadikan sebagai suatu pedoman acuan. Jenis buku yang digunakan dapat diperoleh dari buku-buku tentang MikrotikOS, jaringan komputerserta data referensi dari internet dalam menunjang dan berhubungan dalam penulisan ini.
b.      Studi Lapangan, yaitu dengan cara mempraktikkan langsung selama pembuatan penulisan ilmiah ini.



1.5       Sistematika Penulisan

Penyusunan penulisan ilmiah ini dilaksanakan dengan beberapa metode dan format susunan yang terbagi ke dalam beberapa bab, yang terdiri dari :

1.           BAB I : PENDAHULUAN
  Pada Bab ini, berisi tentang Latar Belakang Masalah, Batasan Masalah, Tujuan, Metode Penelitian dan Sistematika Penulisan Ilmiah.

2.                  BAB II : LANDASAN TEORI
       Berisikan tentang penjelasan mengenai berbagai pengetahuan tentang jaringan komputer yang sering digunakan dalam pembuatan jaringan saat ini. Semua yang ada dalam BAB II meliputi teori dasar jaringan, teori dasar mikrotik, teori dasar DNS, dan teori dasar keamanan jaringan.

3.                  BAB III : PEMBAHASAN
Berisikan isi dari pembahasan penulis akan membahas pengkonfigurasian firewall dan pendukung-pendukungnya .

4.                  BAB IV : PENUTUP
  Bab penutup ini penulis berusaha mengambil kesimpulan dari penulisan ilmiah yang penulis lakukan, beserta saran-saran yang mungkin dapat memudahkan bagi pembaca apabila ingin melakukan percobaan serupa.
 Kesimpulan
            Berdasarkan pada hasil ujicoba yang telah dilakukan penulis dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
1.      Bahwa membuat suatu firewall (keamanan) jaringan yang baik dengan menggunakan MikrotikOS lebih efektif karena disini user dapat menentukan sendiri sistem keamanan yang diinginkan.
2.      Dalam pembuatan firewall ada beberapa proses pengkonfigurasian yang harus dilakukan. Pertama adalah pengkonfigurasian IP address yang gunanya memberikan alamat pada komputer agar bisa terkoneksi dengan internet. Selanjutnya melakukan pengkonfigurasian DNS server yang berfungsi menghubungkan alamat IP dari ISP ke router agar setiap client dapat terkoneksi dengan internet. Setelah DNS server selanjutnya adalah penkonfigurasian Router Gateway yang berfungsi agar ISP dan router dapat saling terhubung. Kemudian diperlukan juga penkonfigurasian NAT (Network Address Translation) berfungsi untuk mentranslasikan alamat IP yang diberikan oleh ISP ke IP yang digunakan oleh masing-masing client agar dapat terkoneksi dengan internet. Setelah semua selesai langsung masuk dalam pengkonfigurasian firewall. Seperti yang telah dijelaskan firewall beroperasi menggunakan aturan tertentu. Aturan inilah yang menentukan kondidi ekspresi yang memberitahu router tentang apa yang harus dilakukan router terhadap paket IP yang melewatinya.Firewall mempunyai banyak fitur, namun disini penulis membatasi pengguanaan fitur-fitur tersebut hanya pada fitur “Filter” yang didalamnya terdapat propertis chain (proses yang dialami paket). Karena dalam penulisan ilmiah ini penulis ingin memblok paket jaringan yang menuju router sehingga serangan dari pihak luar tidak akan bisa mendapatkan IP router yang penulis punya maka disini penulis menggunakan propertis “chain input”.
3.      Implementasi firewall yang memberikan tingkat keamanan yang tinggi, tangguh, dan reliabilitas yang sangat tinggi agar semua data-data maupun informasi terjaga kerahasiannya.
4.      Mikrotik RouterOS adalah sistem operasi yang berfungsi khusus sebagai networkingdan dapat menggantikan router.

Minggu, 24 Maret 2013

Lima Lingkaran Euler Beserta 5 Contoh kalimatnya (Bahasa Indonesia 2 #)


1. Semua S adalah semua P, Suatu perangkat yang tercakup dalam subjek sama dengan perangkat yang terdapat dalam predikat.
       Contoh kalimat: - Semua baik adalah semua yang tidak jahat
                                - Semua pandai adalah semua yang tidak bodoh
                                - Semua cepat adalah semua yang tidak lambat
                                - Semua pergerakan adalah semua yang tidak diam
                                - Semua dingin adalah semua yang tidak panas
2. Semua S adalah P, Suatu perangkat yang tercakup dalam subjek menjadi bagian dari perangkat predikat.
        Contoh kalmat: - Semua bola berbentuk bulat
                                - Semua api itu panas
                                - Semua zebra berkulit hitam putih
                                - Semua orang kaya mempunyai mobil
                                - Semua air tawar rasanya hambar
3. Sebagian S adalah P, Suatu perangkat predikat merupakan bagian dari perangkat subjek.
         Contoh kalimat: - Sebagian mahasiswa adalah remaja
                                  - Sebagian yang bernafas adalah mahluk hidup
                                  - Sebagian binatang adalah kera
                                  - Sebagian yang bersayap dua adalah burung
                                  - Sebagian yang berwarna kuning adalah jeruk
4. Tidak semua S adalah P, Suatu perangkat yang tercakup dalam subjek berada di luar perangkat predikat, dengan kata lain, antara subjek dan predikat tidak ada relasi.
          Contoh kalimat: - Tidak seorang pun manusia adalah binatang
                                   - Tidak semua jambu adalah leci
                                   - Tidak semua kemeja adalah celana
                                   - Tidak semua sapi adalah kelinci
                                   - Tidak semua hewan adalah tumbuhan
5. Sebagian S tidaklah P, Sebagian perangkat yang mencakup dalam subjek berada diluar perangkat predikat.
           Contoh kalimat: - Sebagian air tidaklah jernih
                                    - Sebagian kaca tidaklah bening
                                    - Sebagian remaja tidaklah mahasiswa
                                    - Sebagian wanita tidaklah berambut panjang
                                    - sebagian kopi tidaklah pahit

Jumat, 11 Januari 2013

Tugas Bahasa Indonesia ke 4



Tugas  Bahasa Indonesia ke  4 !

Berikanlah contoh dalam kalimat beberapa perhubungan makna seperti sinonim, hiponimi, homonimi, polisemi, dan antonimi. 

contoh kalimat makna seperti sinonim, hiponimi, polisemi, antonimi dan homonimi 

Isu Bom di Bandara
Salah satu pesawat dari suatu bandara yang sedang menuju bandara lain batal diberangkatkan karena petugas bandara mendapatkan berita adanya ancaman bom.
Petugas penerima informasi mengatakan bahwa pada salah satu barang kargo di pesawat tersebut terdapat bom. Mendengar berita ini, suasana yang tadinya tenang menjadi gelisah. Wajah petugas tampak cemas dan hampir semua orang yang berada di bandara terlihat waswas. Akibatnya, tim jihandak polri harus didatangkan ke lokasi.
Massa yang ada di sekitar bandara dijauhkan dari lokasi bom untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kepanikan petugas dalam melakukan tugasnya, dan memberkan ketenangan kepada mereka dalam mencari pemecahan masalah.
Ternyata, kabar itu tidak benar. Wajah petugas yang kusut menerima berita tersebut langsung menjadi cerah. Secara sepontan mereka bersalaman. Ruangan yang tadinya mereka rasakan sempit, sekarang menjadi lega. Betapa tidak, andaikata benar berita itu, mereka akan menghadapi dua hal, yaitu berhasil berarti hidup. Sedangkan gagal berarti mati.
“Dengan kejadian ini, sekaligus membuka kelemahan kelompok petugas pengaman bandara. Seharusnya mereka memeriksa semua barang yang dinaikan ke pesawat. Mereka harus meneliti dengan cermat sehingga bahaya tidak mengancam bandara. Melihat kejadian ini, pihak polisi merasa sangsi terhadap kerja mereka pada masa yang akan datang. Sebagai peringatan, mereka diberi sanksi atas ketidaktelitian menjalankan tugas. Akan tetapi, dalam menjatuhkan sanksi hendaklah disesuaikan dengan kesalahan yang mereka lakukan. Misalnya, penskoran untuk beberapa waktu. Kesalahan yang mereka buat dapat menjatuhkan nama baik petugas bandara. Termasuk juga menjatuhkan pemasukan untuk penerbangan yang bersangkutan seperti kejadiaan sekarang ini, yaitu pembatalan keberangkatan pesawat,” kata salah seorang anggota porli yang hadir di lokasi tersebut.
Keesokan harinya, di depan salah satu halaman kantor yang berada di sekitar bandara, diadakan apel untuk menyampaikan pesan-pesan penting terhadap seluruh petugas bandara. Pada saat itu pula, pejabat yang menyampaikan pesan memebuka salah satu halaman buku yang berisikan pasal-pasal yang berhubungan dengan ketidaktelitian dam melaksanakan tugas dan sanksinya, termasuk ketidaktelitian yang baru saja dialami.

a. sinonim : kata kata yang memiliki arti sama atau mirip
contoh : informasi dan kabar ( paragraph no 2 dan 4 )

b. antonim : kata yang berlawana arti
contoh : gelisah dan tenang ( paragraph no 2 )

c. homonimi : kata-kata yang bentuk dan ucapannya sama, tetapi mempunyai arti berbeda.
contoh : halaman ( paragraph no 6 ) dengan halaman pada kalimat Tebal Kamus Standard Bahasa Jepang – Indonesia 699 halaman

d. homograf : kata-kata yang tulisannya sama, tetapi ucapan dan maknanya berbeda
contoh : apel ( paragraph no 6 ) dengan kata apel pada kalimat Mengapa apel fuji lebih besar daripada apel malang ?

e. homofon : kata-kata yang tulisannya berbeda, tetapi ucapannya sama
contoh : sangsi dan saksi ( paragraph no 5 )

f. polisemi : kata-kata yang memiliki arti yang banyak
contoh : menjatuhkan ( paragraph no 5 ) dengan kata menjatuhkan pada kalimat yuriko tanpa sengaja menjatuhkan buku yang dipegangnya saat berpapasan dengan tsubaki

g. hiponimi : kata-kata bermakna hierarkis
contoh : Misalnya, antara kata pisang dan kata buah, makna kata pisang tercakup dalam makna buah-buahan, dapat dikatakan pisang adalah buah tetapi buah bukan hanya pisang, bisa saja anggur, peach dan cherry.